Surabaya, Jawa Timur — Di tengah deru kendaraan kawasan Gubeng, suara gamelan dan teriakan khas “Hoyaa!” masih menggema dari sebuah gang kecil di Jl. Gubeng Kertajaya Gang 05 No. 08. Di sanalah berdiri komunitas Reog Ponorogo Singo Mangku Joyo, grup kesenian yang eksis sejak 1990 dan dikenal sebagai reog tertua di Surabaya.
Dari Kerinduan Perantau Jadi Warisan Kota
Lahir dari semangat para perantau Ponorogo yang menetap di Surabaya, komunitas ini bermula dari rasa rindu terhadap tanah kelahiran dan keinginan untuk menjaga identitas budaya di kota besar.
Menurut penelitian Mefi Widiastuti dan Septina Alrianingrum (Universitas Negeri Surabaya, AVATARA, e-Journal Pendidikan Sejarah, Vol. 7 No. 2, 2019), kesenian ini pada awalnya bernama Suko Budi Joyo (1968), berganti menjadi Beringin Sakti (1970), hingga resmi dikenal sebagai Singo Mangku Joyo sejak .
Grup ini menjadi wadah masyarakat urban asal Ponorogo untuk menyalurkan bakat seni sekaligus mempererat silaturahmi. Dari sinilah, Reog Singo Mangku Joyo tumbuh sebagai simbol keberlanjutan budaya Ponorogo di jantung Surabaya.
Ciri Khas Reog Singo Mangku Joyo
Meski tampil di kota besar, Singo Mangku Joyo tetap teguh pada pakem tradisi Ponorogo—dari karakter Warok, Jathil, Barongan, hingga ritual doa sebelum pentas.
Dalam beberapa kesempatan, iringan lagu populer Surabaya seperti Semanggi Suroboyo
atau Jembatan Merah
dipadukan dengan tembang Ponoragan. Ukuran dhadak merak juga kerap disesuaikan (lebih kecil) agar cocok dengan panggung lingkungan kota.
Kombinasi pakem dan adaptasi membuat pertunjukan terasa akrab namun tetap sakral—perpaduan keanggunan tradisi dan semangat urban Surabaya.
Para Seniman Rakyat yang Tak Pernah Padam
Sebagian besar anggota berasal dari latar sederhana—pedagang, sopir, tukang parkir, tukang becak, hingga satpam. Menjadi seniman adalah bentuk pengabdian, bukan sekadar pekerjaan.
Latihan rutin digelar tiap pekan di halaman rumah ketua komunitas di Gubeng Kertajaya. Mereka sering tampil pada hajatan, festival budaya, hingga peringatan hari besar. Regenerasi dijaga melalui pelibatan anak muda sekitar Airlangga dan Gubeng: belajar kendang, menari Jathil, hingga merawat properti panggung—agar api tradisi tak padam.
Dukungan dari Masyarakat dan Institusi
Pelestarian Singo Mangku Joyo mendapat dukungan Bekangdam V/Brawijaya berupa pembinaan, fasilitas, dan perlengkapan pentas, sehingga komunitas konsisten hadir di panggung kampung hingga festival kota.
Masyarakat sekitar menyediakan tempat latihan, membantu pengadaan kostum, serta memadati pementasan. Alhasil, Singo Mangku Joyo tak hanya grup seni, melainkan pusat interaksi sosial dan kebanggaan warga Gubeng.
Cara Mengundang Reog Singo Mangku Joyo
Untuk sekolah, instansi, kampus, atau komunitas yang ingin mengundang pementasan, ikuti langkah berikut:
- Hubungi admin/ketua melalui nomor resmi: 0815-5206-876 (Admin Paguyuban Reog Singo Mangku Joyo).
- Sertakan tanggal, lokasi, dan jenis acara (pernikahan adat, festival sekolah, acara resmi, dsb.).
- Tim akan berkoordinasi soal formasi penari, alat musik, dan kebutuhan logistik.
- Opsional: sesi workshop edukatif untuk memperkenalkan filosofi dan gerak dasar Reog Ponorogo.
Komunitas terbuka untuk kolaborasi dengan lembaga pendidikan, organisasi budaya, maupun perusahaan yang mendukung pelestarian budaya lokal.
Dari Gang Kecil untuk Indonesia
“Bagi kami, reog bukan hanya hiburan, tapi jati diri. Selama masih ada yang mau menari dan memukul kendang, Reog Singo Mangku Joyo akan terus hidup.”
Lebih dari tiga dekade, Singo Mangku Joyo membuktikan bahwa tradisi tak harus pudar di tengah modernitas. Dari sebuah gang kecil di Surabaya Timur, mereka menjaga warisan Ponorogo agar tetap hidup di hati kota.
Alamat & Kontak
Reog Ponorogo Singo Mangku Joyo
Jl. Gubeng Kertajaya Gang 05 No. 08, Airlangga, Kec. Gubeng, Surabaya, Jawa Timur60286
Kontak: 0815-5206-876
AR: Rasakan Suasana Pertunjukan
Ketuk tombol di bawah untuk membuka portal AR dan melihat suasana 360°. Jika perangkat tidak mendukung WebXR, gunakan pemutar biasa di bawahnya.
Fallback 360° player (tanpa AR). Untuk pengalaman AR, gunakan Chrome Android terbaru.
